Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wisata Alam Kawah Ijen di Banyuwangi yang Mempesona

 

wisataalam kawah ijen

Wisata Alam Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, Wisata Alam Kawah Ijen ini dikenal oleh masyarakat domestik maupun wisatawan asing.

Tidak mengherankan, karena keindahan objek wisata alam ini sering juga digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk beberapa film layar lebar, seperti King (2009), ILY from 3.800 Feet (2016) 

Berkat film-film ini, persentase pengunjungpun kian meningkat. Jika pada 2011 jumlah pengunjung mencapai sekitar 16 ribu orang, maka data terbaru pada 2015 meningkat 10 kali lipat menjadi 150 ribu pengunjung.

Selain itu Wisata Alam Kawah Ijen juga dijadikan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO pada maret tahun 2016 yang mana hal ini dapat menguntungkan perekonomian masyarakat sekitar banyuwangi kedepannya.

Lokasi Kawah Ijen

Wisata Alam Gunung Ijen

Gunung Ijen merupakan sebuah gunung berapi yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.386 mdpl dan terletak bersampingan dengan Gunung Merapi. Gunung ini terakhir kali meletus pada tahun 1999 dan memiliki jenis gunung Stratovolcano

Selain pesonanya yang begitu indah, Wisata Alam Kawah Ijen juga merupaka satu-satunya kawah paling asam di dunia, yaitu dengan kadar asam mendekati nol.

Api Biru Yang Mempesona

Selain menikmati pesona indahnya Wisata Alam Kawah Ijen dari puncak gunung ijen anda juga dapat melihat indahnya paparan Api Biru yang mempesona. Fenomena seperti ini hanya terdapat 2 di dunia yaitu di Kawah Ijen dan di Islandia. Biasanya api ini mulai memaparkan pesonanya pada pukul 01:00 hingga 03:00 oleh karena itu tidak heran jika banyak wisatawan yang rela datang untuk melihat moment tersebut.

Jalur Pendakian Kawah Ijen

Pendakian gunung ijen terbilang susah dikarenakan medannya yang cukup extreme. Oleh karena itu disarankan untuk siapa-pun yang akan mendaki dapat datang pada musim kemarau dikarena jika anda datang pada musim penghujan medan yang akan dilalui akan sedikit menambah sulit seperti jalanan yang licin dan sebagainya.

Perjalanan menuju Kawah Ijen biasanya dimulai melalui Hutan Lindung dan Konservasi Alam dan anda biasanya disini diminta untuk melengkapi dokumen serta membayar tiket masuk. Tidak selalu pendakian di ijinkan tiap harinya karena kondisi cuaca yang tidak dapat diperkirakan menjadi salah satu faktor apakah pendakian diperbolehkan apa tidak. Mulai dari Paltuding wisatawan akan mendaki Gunung Ijen sejauh 3 km, meskipun jaraknya tidak jauh namun para pendaki diharuskan selalu berhati-hati dikarenakan medan yang dilalui cukup extreme.

Sebelum mencapai puncak Ijen, ada tempat bernama Weighing Post atau lebih dikenal dengan Pondok Bunder yang digunakan sebagai tempat menimbang belerang oleh penambang dari Kawah Ijen. Ini merupakan pos terakhir sebelum Kawah Ijen. Biasanya pos ini digunakan sebagai tempat istirahat sejenak bagi para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan dan bagi para pendaki yang baru saja kembali dari Kawah Ijen.

Pesona Keindahan Kawah Ijen

Wisata Alam Kawah Ijen

Selain pemandangan Kawah Ijen, anda juga dapat menikmati indahnya pemandangan dari puncak Gunung Ijen dengan pemandangan danau besar bewarna hijau kebiruan. Kawah Ijen juga menawarkan sensasi kesejukan dengan suhu udaranya 10 ° Celcius dan bahkan dapat mencapai 2 ° Celcius dan ada juga berbagai tanaman yang hanya dapat ditemukan di dataran tinggi, seperti bunga Gunung Pinus dan Edelweis yang umumnya dikenal sebagai bunga abadi.

Sekitar lereng gunung adalah Manisrejo atau pohon cantiqi yang daunnya memiliki warna kemerahan, sedangkan dinding batu kawah berwarna kekuningan. Dan jika Anda melihat-lihat Anda akan melihat gunung-gunung lain di sekitar Gunung Ijen, seperti Gunung Merapi di timur, Gunung Rante, Gunung Raung dan Gunung Suket.